Selasa, 19 Februari 2019

Tabungan Saja Tidak Cukup!



Mengapa Tabungan saja tidak cukup?
Masyakarat Indonesia memiliki kebiasaan menyimpan uang di tabungan atau deposito di Bank. Masyarakat masih memandang menabung atau deposito akan menerima bunga. Pandangan tersebut, tidak sepenuhnya salah namun perlu dipertegas “walaupun menerima bunga, nilai uang kita tetap menyusut”. Tanpa kita sadari orang yang menabung bukannya untung tapi buntung. Penyebabnya tidak lain tidak bukan karena ada si “INFLASI”.
Generasi 90an pasti merasakan bisa membeli semangkuk bakso dengan uang 5 ribu, beli nasi kuning sampai kenyang dengan uang 2 ribu dan beli milkshake yang keren pada masanya “Pop Ice Idolaku” dengan uang 1 ribu-2ribu. Namun sekarang semua barang tersebut terus-menurus mengalami kenaikan harga, bahkan hingga dua kali lipat kenaikannya. Pada saat ini, harga semangkuk bakso minimal 8-10 ribu, harga nasi kuning minimal 4-5 ribu (itupun hanya dapat secuil hehe), dan satu bungkus/gelas pop ice sekarang dijual dengan harga 5-8 ribu rupiah.
Fenomena kenaikan harga tersebut disebabkan oleh inflasi. Inflasi akan mengurangi nilai uang yang kita miliki. Secara nominal memang tidak berubah, tetapi nilai uang turun. Misal dalam contoh semangkuk bakso tersebut. jika kita memiliki uang 2 ribu di tahun 2000 kita masih bisa membeli semangkuk bakso besar ditambah dengan telur. Tapi jika kita memiliki uang 5 ribu di tahun 2019, kita cuma mendapatkan semangkok kuah bakso ditambah dua bakso kecil.
Perlukah kita menyimpan uang di tabungan?
Pada dasarnya uang kita di tabungan memang terlihat bertambah karena bunga bank. Namun bunga tabungan tersebut sebenarnya jauh lebih kecil dari inflasi. Di tahun 2013-2018 rata-rata bunga Bank adalah 4,5 sedangkan rata-rata inflasi dari 2013-2018 tercatat 4,9. Jadi uang di tabungan sebenarnya mengalami penurunan nilai karena tingkat inflasi lebih besar ketimbang bunga tabungan kita. Apalagi jika kita tambah biaya bulanan yang dikenakan oleh pihak Bank maka semakin buntunglah kita.
Perlu menyimpan uang di tabungan tapi tidak untuk dapat bunga. Tabungan diperlukan untuk antisipasi kebutuhan yang tidak bisa ditunda, misalnya uang berobat, ban motor pecah, dan kebutuhan mendadak karena tuntutan kerja, seperti baju, celana, rok, high heels, make up, dll (anak fresh graduate atau anak “PR” pasti ngalamin ni). Fungsi tabungan secara sederhana dapat diartikan untuk jaga-jaga pengeluaran mendadak dan bukan meningkatkan nilai uang kita. Oleh karena itu tabungan saja tidak cukup untuk melawan inflasi!
Bagaimana Melawan Inflasi?
Inflasi dapat dilawan dengan berinvestasi. Berinvestasi membuat nilai uang bertambah dan pertambahan nilai uang dari hasil invstasi tersebut dapat mengalahkan inflasi. Ada banyak pilihan instrumen investasi, seperti emas, properti, reksadana, obligasi, dan saham serta valuta asing. Investasi wajib dilakukan intuk mengalahkan inflasi. Don’t let Inflation eats your money.



Read More

Rabu, 06 Februari 2019

Alasan Mengapa Wajib Berinvestasi


Seseorang sebelum memutuskan untuk bernvestasi apapun baik real asset atau financial asset. Hal yang wajib dilakukan adalah bertanya satu pertanyaan WAJIB kedalam dirinya, yaitu “Mengapa perlu berinvestasi?”. Hal ini wajib dilakukan untuk mencari dan menemukan tujuan yang ingin kita capai dan tuju. Jika kita berinvestasi hanya karena ikut-ikutan atau untuk gaya-gayaan maka sudah sebaiknya hentikan investasi yang telah dilakukan. Kemudian mulai bertanya pada diri sendiri “Mengapa perlu investasi”.
 Sebenarnya setiap orang memiliki alasan yang berbeda-beda dalam hal berinvestasi, tapi menurut saya ada (3) tiga alasan dasar mengapa kita harus berinvestasi. (3) Tiga alasan tersebut, yaitu: melawan inflasi, hari tua, dan berbagi.

Melawan Inflasi
Inflasi merupakan suatu proses menurunnya nilai mata uang atau dengan kata lain proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Inflasi akan menyebabkan nilai mata uang kita semakin menurun, misalnya dulu ketika tahun 2004 saat penulis masih SD harga indomie masih sekitar 800-1000 rupiah per bungkus, sekarang di tahun 2019 harga Indomie sudah sekitar 2.500. Kenaikan harga secara kontinu atau penuran mata uang inilah yang disebut inflasi. Dulu dengan uang 2. 500 Rupiah sudah bisa membeli 3 bungkus indomie, maka sekarang hanya mendapatkan satu bungkus indomie. Oleh karena itu kita perlu menjaga nilai mata uang kita, caranya ya tidak lain tidak bukan dengan investasi.  

Hari Tua
Bagi seseorang karyawan atau pekerja, hari tua merupakan masa dimana kita tidak memiliki income aktif. Akan tetapi, peneluaran tetap berjalan. Misalnya jika pensiun pada umur 55 dan baru meninggal di umur 75, maka 20 tahun yang harus kita lalui tanpa memiliki penghasilan aktif, tetapi pengeluaran terus berjalan. Andaikata per bulan biasanya menghabiskan 10 juta maka tinggal dikalikan 12 bulan lalu kali 20 tahun dan jumlahnya adalah Rp. 2.400.000.000 (dua miliar empat ratus juta rupiah). Wow cukup besar bukan, dan itu merupakan uang yang harus disiapkan ketika hari tua jika tidak ingin menjadi beban untuk anak-anak kita nanti.
Apakah dengan menerima pensiun setiap bulannya atau dalam bentuk tabungan dana pensiun yang lainnya  dari perusahaan tempat kita bekerja, kita sudah merasa aman?
Jawabannya adalah dana yang kita terima tersebut jauh di bawah angka kecukupan biaya hidup sehari-hari. Jadi sangat naif jika beranggapan hari tua sudah aman hanya karena memiliki dana pensiun.
Perlu diingat juga bahwa di hari tua kemungkinkan besar akan muncul masalah kesehatan yang kita tahu memerlukan biaya tidak tidak sedikit. Walaupun saat ini kesehatan sudah di coverage oleh adanya BPJS akan tetapi tidak semua penyakit dapat ditanggung oleh BPJS.

Berbagi
Dengan melakukan investasi maka kita akan mendaptakan imbal hasil. Imbal hasil atau simpelnya keuntungan yang kita dapatkan ini dapat kita bagikan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Aktivitas berbagi menurut penulis dapat memberikan suatu kebahagiaan tersendiri. Menghabiskan akhir pekan atau tahun dengan kegiatan berbagi di panti asuhan atau jompo bagi penulis jauh lebih berharga daripada menghidupkan kembang api atau ikut dugem2 hehehe.

Ketiga alasan di atas menurut penulis merupakan alasan fundamental mengapa kita perlu melakukan investasi. Melawan inflasi, untuk hari tua dan terakhir berbagi.
Jika teman-teman punya alasan lain mengapa perlu melakukan investasi bisa menuliskan di kolom komentar. Terima kasih.
Read More